Selasa, 31 Mei 2011

Awal Terjadinya Patah Kaki

Pada 11 Desember 2008 aku mengalami kecelakaan, waktu itu aku mau berangkat ke kampus naik motor, di jalan aku mengantuk, tadinya mau berhenti dulu tapi waktunya udah mepet takut kesiangan. Akhirnya aku meneruskan perjalanan... Motor ku jalankan pelan-pelan di pinggir, tapi makin lama makin mengantuk... Pas 'ngeleyep' (tertidur sejenak) tiba-tiba motornya kegas! lalu "duk duk duk!" lalu gelap...

Waktu sadar aku sudah berada di rumah sakit, belakangan aku tau bahwa polisi yang membawaku ke rumah sakit. Aku di UGD, luka-lukaku sedang dijahit. Aku tidak terlalu merasakan sakit soalnya masih setengah sadar. Pas kaki kiriku diangkat aku menjerit "aw! sakkkkiiiiitttt!" tidak berapa lama aku dirontgen dan hasilnya... kata dokter pahaku patah! dan patahnya parah! Soalnya hampir remuk! Keluarga yang datang menjenguk sangat sedih dan prihatin, tapi aku biasa saja menanggapinya karena masih setengah sadar hehe..Setelah itu aku dibawa ke ruang rawat dan dijadwalkan operasi besok.

Kata polisi yangg mengantarku ke rumah sakit, motorku menabrak angkot! angkot yang ngetem lagi! Terus motor oleng dan jatuh ke jalan sampai-sampai kaca helm pecah! Untung aja lalu lintas lagi sepi jadi kendaraan yang lewat tidak banyak, coba kalau misalnya ada mobil atau kendaraan besar yang lewat, mungkin saja aku tidak bisa melihat dunia saat ini....

Sorenya perawat memasang spalk di kakiku untuk menjaga posisi tulang karena besok mau operasi. Karena susah dibuka, celanaku digunting begitu saja...

Luka-lukaku sangat banyak! Pahaku patah! Tulang kering retak, tangan terkilir, bawah lutut sobek, 2 gigi depan goyang dan gigi sebelahnya patah 1. Wajahku juga penuh luka! Dahi, hidung, dagu lecet-lecet, bawah hidung, bibir dan juga lidah sobek.. Wajahku bengkak,,,, ancur banget! Perban pun menutupi mulutku membuatku jadi susah makan heu...

Keesokan harinya (setelah jumatan) aku dibawa ke ruang operasi, aku merasa biasa saja karena sebelumnya pernah dioperasi. Tapi pas masuk ruang operasi terdengar lagu religi dari vagetoz (judulnya lupa..) aku jadi sedih.. serasa mau mati saja... aku menangis.. kat dokternya "kenapa? takut?" "ngga dok, itu lagunya sedih hiks..." dokternya jadi tertawa hehehe...
Lalu aku disuntik obat bius, rasanya sangat 'peureus!' (apa ya bahasa indonesianya.. pokoknya sakit banget) rasa itu menjalar di tanganku dan akhirnya gelap...
Sekitar jam 5 aku sadar kemudian dibawa ke ruang rawat. Aku dirawat selama 1 minggu di rumah sakit.

(berlanjut ke Setelah Operasi )

lihat kronologis lengkapnya di Rangkaian Operasi Patah Kaki yang Melelahkan

4 komentar:

  1. Mohon hati hati, atau setidaknya lebih mengenal diri, kapan kita membutuhkan istirahat untuk berhenti.

    Ini juga nasehat bagi kami, agar lebih berhati hati dan merasakan situasi.

    Sebuah pengalaman juga, kemarin saat seminar terakhir, malam saat persiapan, (maaf bila agak tragis) kecelakaan terjadi pas didepan gedung, dimana kita sedang sibuk mempersiapkan untuk esok..tiba tiba "brak" seseorang menabrak mobil yang terparkir dan Allah memanggilnya saat itu juga.

    Mohon banget ya, dimanapun, saat kondisi apapun, ktergesa gesaan dan ketidak mengenalan kita pada kondisi tubuh kita, membuat kita menyesal.

    take care Non..^^

    BalasHapus
  2. bettuullll.....kantuk itu jgn disepelekan, lebih baik berhenti dulu

    innalillahi wa inna ilaihi rojiuun....
    alhamdulillah aku tdk sampai demikian....

    pasti...kedepennya akan lebih berhati-hati lagi....
    trimakasih^^

    BalasHapus
  3. Salam. Hai Saudari Mila..kejadian tersebut menjadi pelajaran sangat berharga bahwa kita harus hati hati dan tidak menyepelekan hal hal kecil.
    Alhamdulillah Kondisi mila sekarang sudah lebih baik dan mudah mudahan semakin progressive ke arah pemulihan yang sempurna. mudah mudahan.
    Peureus mungkin bahasa indonesianya menyengat kali ya...seperti dicoco engang..peureus alias menyengat....hehehe
    Lain kali, kita harus berhati hati...dimanapun..termasuk disaat kita naik motor. karena sedikit saja ada kesalahan...keseimbangan akan oleng.....akhir kata...waspadalah !!! hehehe

    BalasHapus
  4. hai juga kg Ahmad Mulyadi
    Lama tak bersua ya sejak 7 tahun yang lalu
    betul sekali, 'hanya karena' mengantuk menimbulkan kecelakaan yang sangat fatal...
    Amiinn...terimakasih doanya...
    Ohh ya benar itu padanannya, baru teringat hehe, nuhun...
    Mencegah lebih baik daripada mengobati.

    BalasHapus

Ayo bagi pengalamanmu dan tanggapanmu ^.^